SATU DARAH SIAP TURUN JALAN! Dukung Perlindungan Anak, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Harus Hidup di Tengah Masyarakat.

IMG 20261107 WA0005

KEDIRI | Geraknews.com – Organisasi masyarakat (Ormas) Satu Darah menyatakan kesiapan untuk turun ke jalan guna memberikan dukungan moral kepada DGT dan Yakuza Maneges dalam mengawal persoalan dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang menjadi perhatian publik di Kabupaten Kediri.

Satu Darah menilai bahwa kepedulian sosial, pendampingan terhadap korban, serta partisipasi masyarakat dalam memperjuangkan perlindungan anak merupakan bagian dari nilai Amar Ma’ruf Nahi Munkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Menurut Satu Darah, perlindungan terhadap anak bukan semata-mata menjadi tanggung jawab keluarga maupun aparat penegak hukum, melainkan juga merupakan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat

Kepala Bidang Hukum Satu Darah, Rendy Zulfikar, S.H., menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum terkait munculnya laporan dugaan penganiayaan dan penculikan.

Menurutnya, setiap laporan harus ditangani melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan mengedepankan pemeriksaan profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah.

“Apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum, tentu harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, kita juga berharap persoalan tersebut tidak menggeser perhatian dari penanganan perkara utama, yakni dugaan kekerasan seksual terhadap anak. Kedua persoalan harus ditempatkan secara proporsional dan diselesaikan melalui jalur hukum,” tegas Rendy

Lebih lanjut, Satu Darah menyatakan siap mengonsolidasikan kekuatan organisasi bersama elemen masyarakat lainnya untuk menyampaikan aspirasi secara damai apabila diperlukan.

Rendy menjelaskan bahwa semangat perjuangan tersebut memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Salah satunya sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
QS. Ali ‘Imran ayat 104:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama dan upaya mencegah kemungkaran merupakan bagian dari tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Muslim nomor 49:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Artinya:
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim No. 49).

“Dalil tersebut mengajarkan bahwa kepedulian terhadap kemungkaran tidak boleh hilang dari kehidupan masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aturan hukum, tidak main hakim sendiri, dan tidak melanggar hak orang lain,” ungkap Rendy.

Ia juga mengajak masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan penghakiman sepihak, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap seluruh fakta secara transparan dan profesional.

Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap perlindungan anak harus diwujudkan melalui langkah-langkah yang bertanggung jawab, bermartabat, serta tetap berada dalam koridor hukum.

“Kami mendukung partisipasi masyarakat dalam memperjuangkan perlindungan anak, mengawal keadilan, dan memastikan hukum berdiri untuk semua.

Sikap ini bukan untuk membenarkan pihak tertentu ataupun menyalahkan pihak lainnya, melainkan untuk memastikan seluruh fakta terungkap dan keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkasnya.

Satu Darah menegaskan bahwa perjuangan melindungi anak harus menjadi kepedulian bersama. Sebab, keselamatan dan masa depan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan.

Amar Ma’ruf Nahi Munkar bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral untuk berani menyuarakan kebaikan, melindungi yang rentan, dan tetap menjunjung tinggi hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Pewarta: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Log In

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.


Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.