LSM Gerak Indonesia: Jangan Biarkan Kebenaran Dibungkam, Dukung Langkah Yakuza Maneges Bongkar Dugaan Pelanggaran Hukum di Malang.

IMG 20260617 WA0018

Malang-Geraknews.com-Berbagai dukungan dari elemen masyarakat (toga,tomas dan ormas) semakin membanjiri kolom komentar dimedia sosial yang yang mengunggah berita kegiatan Yakuza Maneges diMalang.

Hal tersebut mendapat perhatian Lembaga Swadaya Masyarakat Gerak Indonesia yang menyatakan dukungan terhadap langkah Yakuza Maneges yang berani melakukan aksi nyata dan mengawal korban terkait dugaa pelanggaran hukum di lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Malang.

Keberanian untuk bersuara merupakan bentuk kepedulian sosial yang tidak boleh dipandang negatif. Ketika banyak orang memilih diam, harus ada pihak yang berani berdiri di garis depan demi memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Ketua Bidang Informasi LSM Gerak Indonesia, Achmad Masliyanto, menegaskan bahwa kasus yang menyangkut masa depan anak harus mendapatkan perhatian serius.

” Dan korban serta saksi harus mendapat perlindungan dari semua pihak”

“Jika semua memilih diam, lalu siapa yang akan membela korban? Jika semua takut bersuara, lalu siapa yang akan memperjuangkan kebenaran? Kami mendukung Yakuza maneges dan siapa pun yang berani menyampaikan fakta dan kepentingan masyarakat serta hak korban demi tegaknya keadilan,” tegasnya.

Menurut kami, langkah Yakuza Maneges merupakan aksi nyata dan bentuk kepedulian sosial yang lahir dari kegelisahan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang dianggap perlu mendapat perhatian serius.

Kami mendukung Yaluza Maneges yang merupakan bagian penting dalam mengawal proses penegakan hukum agar berjalan transparan, profesional, dan berpihak kepada pencari keadilan di Jawa-Timur.

“Kebenaran tidak boleh kalah oleh ketakutan. Korban tidak boleh kalah oleh kekuasaan.

Dan masyarakat tidak boleh dibungkam ketika memperjuangkan keadilan,” lanjut Achmad.

Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses hukum yang sedang berjalan, tanpa menghakimi, namun tetap kritis dan peduli terhadap nasib korban.

“Ketika ketidakadilan terjadi, diam bukan pilihan,namun bersuara untuk kebenaran adalah keberanian. Dan sejarah selalu mencatat mereka yang berani berdiri di pihak yang benar,” pungkasnya. (an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Log In

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.


Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.