Dua Anak Di Desa Jugo Kecamatan Sekaran Ditemukan Tewas di Telaga

IMG 20221228 WA0026

 

GERAKNEWS.COM//LAMONGAN kabar duka

Jerit tangis seorang ibu yang beralamatkan di desa Jugo kecamatan Sekaran kabupaten Lamongan tak dapat dielakkan, saat melihat buah hatinya tergolek dipinggir telaga dalam keadaan tak bernyawa.

Peristiwa naas tersebut bermula dari ke dua anak yang masih berusia 3 tahun pamit sekira jam 11.00 WIB untuk bermain diluar rumah,

Ditunggu beberapa saat sampai jam 12..00 WIB saat anaknya tidak terdengar suaranya akhirnya ibu korban mencari seorang diri karena kawatir akan keselamatan anaknya.

Perasaannya semakin tidak menentu saat salah satu warga memberi tahu bahwa kedua bocah tersebut berjalan mengarah ke telaga.

Setelah mendapat informasi tersebut langsung bergegas menuju ke telaga yang berada ditengah-tengah desa.

Akan tetapi sampai di telaga, 12.30 WIB bagaikan disambar petir disiang bolong ibu korban Sriatun (50) berteriak histeris saat mendapati putranya, Hafis Muhammad Ramadan sudah dalam keadaan meninggal yang ada di bibir telaga, dan korban satunya berhasil ditemukan warga didasar telaga dengan kedalaman sekira 5 meter.

Menurut Sriatun (50) ibu salah satu korban, bahwa anak-anak sebelumnya sudah berpamitan kepada orang tua masing-masing untuk keluar bermain.

Sriatun hanya bisa menangis sekuatnya ketika mendapati jasad putranya membujur kaku di bibir tanggul telaga, dan tangisan histeri tersebut menjadi perhatian warga lainnya yang sedang melintas tak jauh dari TKP.

Teriakan saksi didengar warga sekitar dan merapat bersama-sama membantu mencari seorang korban lainnya, Ahmad Galih Ashfan Nadzif.

Tak berselang lama warga yang mencari dengan peralatan seadanya itu menemukan korban di dasar telaga dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Kedua korban dibawa ke Puskesmas Kecamatan Sekaran. Dan hasil pemeriksaan kedua korban dipastikan sudah meninggal dunia. Berdasarkan keterangan keluarga bahwa kedua korban dinyatakan tidak bisa berenang.

Sudah tentu rasa duka yang amat dalam dirasakan kedua orang tua korban, hingga tangisnya tak terhenti saat jasad korban dibawa ke Puskemas, hingga jasad keduanya dibawa kembali ke rumah yang masih bertetangga itu untuk disempurnakan.

“Penyebab meninggalnya korban sudah jelas.Terhadap tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, ” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, dan tidak menghendaki dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan yang berisi menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan otopsi.

Salah seorang warga saat ditemui Awak Media Geraknews.com menyampaikan bahwa ini untuk peringatan pada orang tua yang mempuyai anak kecil, agar lebih waspada pada buah hatinya, apalagi saat ini dimana-mana air meluap.

Penulis: SugiantoEditor: RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Log In

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.


Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.