Berita  

Didukung Tehnologi Modern Pasar Tradisional Wates Menggeliat Jadi Pasar Berstandar SNI.

IMG 20240503 WA0005

Geraknews.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur, membangun pasar tradisional di Kecamatan Wates dan menjadikan pasar itu sebagai pasar berstandar SNI.

Informasi yang didapat awak media ini Pemerintah Kabupaten Kediei dibantu kementerian telah membangun Pasar Wates dengan anggaran sekitar Rp16 miliar Pasar Tradisional Wates tersebut telah direvitalisasi sehingga lebih layak dipakai.

Terlihat Pedagang Pasar Wates turut serta menjaga kebersihan sehingga pasar tetap bersih dan nyaman untuk dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat.

Tersedia banyak Fasilitas sarana membuang sampah tersedia di lokasi pasar, sehingga pasar tetap dalam keadaan bersih.

Ditemui diruang kerjanya, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan pemanfaatan Pasar Wates di Kecamatan Wates diutamakan untuk pedagang lama atau dulu sudah pernah berjualan di Pasar Wates.

Jadi, nanti tersekat per zonasi. Nantinya pasar ini kami daftarkan sebagai salah satu pasar yang SNI, salah satunya pengaturan per zonasi. Kalau SNI ini simpel, ada pangan, nonpangan. Untuk pangan ada yang segar, tidak segar atau kering, jelasnya.

Alhamdulilah,Para pedagang juga kooperatif dengan peraturan setelah pembangunan pasar tersebut,Penataan pasar lebih tertata pedagang dan konsumen maupun pembeli juga lebih nyaman.

Lapak di pasar ini juga tidak boleh disewakan maupun dijual ke orang lain. Pedagang juga dibatasi untuk kepemilikan kios.

Misalnya, jika ada yang mempunyai lima kios, maka yang tiga dimanfaatkan sedangkan lainnya bisa ditarik.

“Kios di sini adalah aset pemerintah daerah, tidak ada jual beli, tidak ada sewa menyewa. Itu sudah kami tekankan di awal. Kami tidak toleransi untuk pedagang yang menjual atau menyewakan.

Itu sudah kami sampaikan ke teman-teman dulu mungkin ada, sekarang di pasar ini sudah kami minimalisasi,jika membandel kami keluarkan dari data,tegasnya.

Total di pasar ini ada 486 orang pedagang. Terdapat 55 kios, namun secara data terdapat 43 orang, sehingga ada beberapa pedagang yang punya lapak lebih dari satu.

Menurutnya, banyak pedagang baru yang juga ingin berjualan setelah pasar tersebut direvitalisasi dan beroperasi kembali,ada sekitar 100 pedagang, namun secara kapasitas belum mencukupi.

Pemerintah sedang mengkaji bahwa operasional di pasar tersebut berjalan dengan baik, misalnya ada yang bagian pagi, siang bahkan sore sehingga semua terfasilitasi.

Dan untuk menjadikan pasar lebih menarik juga ada unsur hiasan relief serta didukung teknologi modern seperti pemberlakuan e-parkir maupun retribusi digital,ada juga CCTV untuk pengamanan pungkasnya.

 

 

Penulis: RedEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Log In

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.


Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.