Andreas Gerak Indonesia : Kalau Kepala Sekolah SMAN 1 Mojo Tidak Mampu Bekerja Mundur Saja. 

Picsart 23 06 06 08 25 11 359

Geraknews.com//KediriSelasa,06/06/2023 Adanya siswa SMAN 1 Mojo kelas XI  yang tidal diperbolehkan mengikuti ujian karena belum melunasi iuran sebesar 900.000 menjadi sorotan LSM Gerak Indonesia.

Dikutip dari media kediritangguh.co Saat tengah mengerjakan Ujian Akhir Semester (UAS) pada hari kedua, tiba-tiba terdengar suara pengumuman melalui pengeras suara. Menyebutkan sejumlah nama agar keluar ruangan dengan membawa kartu ujian dan soal ujian. Salah satu nama disebut, M. Gilang Aprilian Maula Dani, siswa kelas XI bersekolah di SMAN Mojo Kabupaten Kediri.

Disampaikan Imam Syaifudin warga Desa Mlati Kecamatan Mojo dalam aduannya ke redaksi kediritangguh.co, Senin (05/06). Bahwa !dirinya mengakui memang belum mampu melunasi iuran ditetapkan pihak sekolah sebesar Rp. 900 ribu. “Saya ini hanya penjual nasi bebek, ini tadi hanya laku 3 porsi. Sudah saya angsur namun belum bisa melunasi,” ungkapnya.

Dia mengaku malu, kenapa hingga memanggil anaknya melalui pengeras sekolah dan terdengar seisi sekolah. “Gilang kemudian disuruh masuk ruangan khusus bersama teman lainnya ternyata belum bisa melunasi iuran. Kemudian kartu ujian dan soal ujian diminta oleh guru dan anak saya disuruh pulang. Tidak boleh mengikuti ujian sebelum tanggungan di sekolah diselesaikan,” terangnya.

Sebagai rakyat jelata dan telah puluhan tahun menggantungkan nasib keluarganya dengan berjualan nasi. Tentu perlakuan diberikan pihak sekolah, telah dianggap melewati batas. “Setidaknya kami diajak bicara, apalagi kami tinggal tidak jauh dari sekolah. Dulu janji kepala sekolah sebelumnya, bahwa anak warga setempat mendapat prioritas disaksikan bahwa kepala cabang dinas pendidikan,” jelasnya.

Gilang sendiri mengaku pasrah bila ternyata harus dikeluarkan dari sekolah. “Jika sekolah mengeluarkan saya, ya saya akan kerja bantu orang tua, jualan nasi bebek. Bapak kepala sekolah Supriswanto, juga telah tanya orang tua saya kerjanya apa. Saya katakan hanya jualan nasi, silahkan dicek di selatan Polsek Mojo,” ucapnya.

Memang selama ini, sejak duduk di bangku SMP, anak pertama dari dua bersaudara ini membantu orang tuanya berjualan. “Saya sadar orang tua saya tidak mampu namun sebenarnya saya juga ingin memiliki ilmu. Bisa sekolah dan kuliah tapi jika memang harus membayar, jelas kami tidak mampu,” ungkap Gilang.

Sementara itu  Andreass Kepala Bidang Informasi LSM Gerak Indonesia angkat bicara “Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kediri harus mengevaluasi kinerja Kepala Skolah SMAN 1 Mojo.

Ini jelas menciderai dunia pendidikan kita, tanpa disadari anak anak tersebut bisa minder, banyak anggaran dari Pemerintah yang digelontorkan kebidang pendidikan kenapa hal ini sampai terjadi, apalagi ini anak yang kurang mampu, kalau emang tidak mampu bekerja dengan baik Kepala Sekolah SMAN 1 Mojo Mundur saja.

Dalam waktu dekat kami akan menggelar Aksi Damai didepan SMAN 1 Mojo, dan Cabdin Dinas Pendidikan Wilayah Kediri  tegas Andreass.

Penulis: Cekly/dodEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Log In

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.


Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.